Kemendagri Mendorong Gerakan Menanam untuk Atasi Kenaikan Harga

- 20 Mei 2024, 22:25 WIB
Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir (tengah).
Plt Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir (tengah). /dok. Kemendagri/

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT - Tomsi Tohir, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, menyerukan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk serius mempertimbangkan gerakan menanam, terutama bagi daerah yang kondisi wilayahnya cocok untuk penanaman komoditas.

"Jika wilayahnya cocok, mari upayakan penanaman, karena saya memahami bahwa ada daerah-daerah tertentu yang tidak cocok," ujarnya dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Tomsi menekankan pentingnya langkah ini sebagai upaya mengatasi kenaikan harga beberapa komoditas seperti bawang merah dan cabai merah. Dia mengungkapkan bahwa ada 141 daerah yang mengalami kenaikan harga bawang merah dan belum melakukan gerakan menanam.

Hal serupa juga terjadi di 121 daerah yang mengalami kenaikan harga cabai merah. Selain itu, ada 103 daerah yang mengalami kenaikan harga bawang merah dan cabai merah namun belum memulai gerakan menanam.

Tomsi menjelaskan bahwa upaya pengendalian harga tidak bisa hanya mengandalkan tindakan reaktif seperti pemadam kebakaran. Diperlukan upaya terencana yang berkelanjutan, salah satunya melalui gerakan menanam.

"Kita tidak bisa hanya mengeluh tentang rantai distribusi atau menyalahkan situasi karena hari raya. Hari raya terjadi setiap tahun, yang perlu kita lakukan adalah persiapan yang matang," katanya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Tomsi menyatakan bahwa gerakan menanam secara keseluruhan baru dilakukan oleh 258 daerah per 20 Mei 2024. Ini menjadi perhatian serius bagi pemda dalam upaya mengendalikan harga.

"Hanya separuh daerah yang telah melaksanakan gerakan ini," tambah Tomsi.

Dia juga berharap Kementerian Pertanian dapat mendukung berbagai upaya gerakan menanam yang dilakukan oleh daerah, termasuk dalam penyediaan bibit, pupuk, teknologi, dan dukungan lainnya. Tomsi berharap dukungan tersebut akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah berikutnya.***

Editor: Hayyan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah