NTB Bakal Siapkan 1000 Guru Bahasa Inggris Biar Generasi Muda Keterima LPDP

- 24 Januari 2024, 20:52 WIB
Ilustrasi -Ilustrasi LPDP
Ilustrasi -Ilustrasi LPDP /olia-danilevich/pexels

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT - Buat mempersiapkan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi meminta pemangku kebijakan terkait seperti Dikbud, BRIDA dan para alumni ikut mempersiapkan calon awardee terutama penguasaan bahasa Inggris TOEFL sejak kelas 11.

"Saya sangat care dengan program beasiswa. Kita akan adakan 1000 guru bahasa Inggris untuk mempersiapkan anak anak kita mendapatkan beasiswa pendidikannya,"katanya di kantor Gubernur, Selasa (23/01) saat menerima para alumni LPDP NTB.

Sementara itu,  Azkia Rostiani Rahmani, Ketua Mata Garuda (Ikatan Alumni LPDP NTB) mengatakan pendaftaran telah dibuka sejak 11 Januari lalu dan pihaknya bakal menggelar sosialisasi terbuka dengan mengundang mahasiswa dan dosen untuk diberikan materi tentang beasiswa LPDP serta berbagi pengalaman dengan para alumni yang saat ini jumlahnya mencapai 800 orang.

"Ada 15 jalur beasiswa dalam negeri yang bisa diambil dan kami siap berbagi pengetahuan tentang bagaimana mengakses beasiswa ini serta pengalaman sebagai alumni awardee", sebutnya.

LPDP menyediakan kuota hingga 10 ribu untuk penerima beasiswa pada 2024. Jumlah tersebut kurang lebih hampir sama dengan penerimaan pada 2023 yang mencapai 9.959 orang.

Pada tahun 2023, LPDP menggelontorkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk seluruh jenis beasiswa yang diselenggarakan langsung oleh LPDP maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ataupun Kementerian Agama (Kemenag).

Beasiswa LPDP tak hanya meningkat dari segi jumlah saja, namun juga harus berdampak pada bidang-bidang yang menjadi prioritas bagi pembangunan negara. Di Belanda misalnya, LPDP bekerja sama di bidang maritim, cyber law, dan smart farming.

Kemudian dengan China berkaitan dengan lithium dalam pengembangan industri baterai. Saat ini sudah sekitar 100 awardee yang sedang studi dan sekitar 20 alumni sudah bekerja di Morowali dan beberapa perusahaan nasional di Jawa maupun luar Jawa.

Di samping itu, LPDP juga bekerja sama dengan National University of Singapore untuk bidang perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi. Selain itu, juga kolaborasi co-founding dengan beberapa kampus di Prancis.

Halaman:

Editor: Hayyan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah