Dirut PT GNE dan PT BAL Ditetapkan Jadi Tersangka Atas Kasus Pengeboran Air Tanah Tanpa Izin di Gili Trawangan

- 20 Mei 2024, 21:38 WIB
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati NTB)
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati NTB) /

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT - Jaksa penuntut umum mengambil langkah tegas dengan melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus pengeboran air tanah tanpa izin di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kedua tersangka, yang merupakan pejabat PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan PT Berkat Air Laut (BAL), ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat.

Langkah penahanan ini merupakan tindak lanjut dari proses tahap dua, di mana penyidik telah meneruskan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum.

Efrien Saputera, Juru Bicara Kejati NTB, menjelaskan bahwa pelimpahan tersebut dilakukan di Kantor Kejari Mataram pada hari Senin.

"Penahanan ini merupakan tindak lanjut tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut umum yang berlangsung hari ini di Kantor Kejari Mataram," katanya.

Dalam berkas kedua tersangka, sangkaan yang diterapkan meliputi Pasal 70 huruf D juncto Pasal 49 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Selain itu, juga meliputi Pasal 68 huruf A dan B serta Pasal 69 huruf A dan B UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air jo Pasal 56 ke-2 KUHP.

Kedua tersangka bertanggung jawab atas aktivitas pengeboran air tanah di Gili Trawangan, yang merupakan bagian dari upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat di kawasan wisata tersebut.

Kerja sama antara PT BAL dan PT GNE, yang merupakan BUMD milik Pemprov NTB, dimulai sejak tahun 2022.

Halaman:

Editor: Hayyan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah