Lantaran Sakit Hati, Seorang Honorer Bunuh Isteri di Lombok Timur

- 21 Juni 2024, 22:53 WIB
Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi Pembunuhan /Foto: Istimewa /

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT - Pihak Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap misteri kematian Lilis Sukmawati (28) yang ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya di Desa Kembang Sari, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kasus yang menggegerkan warga setempat ini akhirnya menemukan titik terang setelah serangkaian penyelidikan intensif oleh pihak berwajib.

 

Kronologi Penemuan Mayat

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Osman, mengungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat (21/06) bahwa Lilis Sukmawati ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan oleh ibu kandungnya pada Kamis malam (20/06). Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian yang segera melakukan penyelidikan mendalam.

 

Pengungkapan Pelaku

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku pembunuhan adalah suami korban sendiri, NA (30), seorang pegawai honorer di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur. NA berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian saat bersembunyi di rumah ibu tirinya di Desa Semaya pada pukul 00.00 WITA, Jumat dini hari (21/06).

 

"Setelah melakukan serangkaian proses dan pencarian terhadap NA, kami berhasil menangkap pelaku yang melarikan diri ke rumah ibu tirinya," jelas Iptu Nikolas.

 

Motif Pembunuhan

Dalam interogasi, NA mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku tega menghabisi nyawa istrinya dengan menebas leher dan tangan Lilis menggunakan parang karena sakit hati atas perkataan kasar yang dilontarkan korban. Pertengkaran hebat yang terjadi sebelumnya dipicu oleh permintaan NA agar korban membayarkan hutangnya, yang ditolak oleh Lilis. Penolakan ini memicu kemarahan NA hingga berujung pada tindakan keji tersebut.

 

Barang Bukti

Saat penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait dengan pembunuhan ini, termasuk satu bilah parang yang diduga digunakan untuk membunuh Lilis, dua unit handphone, satu lembar kain warna hitam, serta baju dan celana yang dikenakan pelaku saat melakukan aksi sadisnya.

 

"Pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Polres Lombok Timur untuk proses hukum dan penyidikan lebih lanjut," tutup Iptu Nikolas.

 

Kasus ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya penanganan konflik rumah tangga secara bijak dan damai. Upaya polisi dalam mengungkap kasus ini diharapkan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya serta efek jera bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga.***

Editor: Hayyan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah