Survei Poltracking : Zul Masih Mendominasi Pilgub NTB, Disusul Rohmi, Gita, dan Paling Akhir Iqbal

18 April 2024, 13:51 WIB
Survei Poltracking Indonesia soal Pilgub NTB 2024 /Hayyan/pikiranrakyat/

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT - Survei perilaku pemilih yang dilakukan Poltracking Indonesia dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak hanya sekadar mengetahui siapa yang lebih populer di mata publik, tetapi juga menjadi kunci untuk memahami dinamika politik dan strategi yang efektif dalam memenangkan kompetisi.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), survei ini menjadi instrumen vital bagi kandidat, partai politik, dan pemilih sendiri dalam merumuskan langkah-langkah yang tepat.

Tiga aspek utama mendasari pentingnya survei perilaku memilih dalam konteks Pilkada NTB. Pertama, pergerakan suara pemilih merupakan bentuk kontrol politik yang memengaruhi siapa yang akan menjadi pemimpin dan bagaimana kepemimpinan tersebut akan diterima oleh publik.

Kedua, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja petahana menjadi penentu penting dalam menentukan apakah perubahan kepemimpinan diperlukan atau tidak.

Ketiga, faktor-faktor seperti agama, kedaerahan, personalitas kandidat, dan pertimbangan rasional-ekonomis pemilih turut memengaruhi hasil akhir dari Pilkada.

Hasil survei tidak hanya memberikan informasi kepada kandidat dan partai politik tentang sejauh mana popularitas dan akseptabilitas calon, tetapi juga menjadi panduan bagi penyelenggara pemilu dalam mengoptimalkan partisipasi pemilih

Lebih lanjut, survei ini memberikan wadah bagi pemilih untuk menyalurkan aspirasi dan tuntutan politik mereka kepada para kandidat dan elit politik.

Dalam konteks Pilkada NTB (Pilgub NTB 2024), survei ini mengungkapkan popularitas tertinggi dipegang oleh Zulkieflimansyah, dengan tingkat keterkenalan mencapai 86,1% dan tingkat kesukaan sebesar 79,2%. Sitti Rohmi Djalilah juga menunjukkan angka yang mengesankan, dengan popularitas 73,6% dan tingkat kesukaan 61,7%.

Rinciannya:

  1. Zulkieflimansyah dengan perolehan 86,1 persen
  2. Sitti Rohmi Djalillah dengan perolehan 79,2 persen
  3. Lalu Gita Ariadi dengan perolehan 38,6 persen
  4. Suhaili FT dengan 28,4 persen
  5. Sukiman dengan 19,4 persen
  6. Mohan roliskana dengan 13,0 persen
  7. Indah Dharmayanti Putri dengan 12,5 persen
  8. Syarifudin dengan 12,3 persen
  9. Pathul Bahri dengan 11,3 persen
  10. Musyarifin dengan 9,0 persen
  11. M. Iqbal dengan 8,1 persen

Meskipun demikian, survei ini menegaskan bahwa pertarungan Pilkada NTB masih terbuka lebar, dengan potensi perubahan dan kejutan di setiap tahapan kompetisi.

Melalui pemahaman yang mendalam tentang preferensi dan perilaku pemilih, kandidat dan partai politik di NTB dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk meraih dukungan dan memenangkan Pilkada.

Dengan demikian, survei perilaku memilih tidak hanya menjadi alat analisis, tetapi juga menjadi kunci sukses dalam proses demokrasi yang inklusif dan partisipatif di NTB.***

Editor: Hayyan

Tags

Terkini

Terpopuler